Kamis, 09 Februari 2012

Seni Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Usia 5 Tahun

Perkembangan anak selalu menjadi fokus utama para orang tua. Berbagai cara dapat digunakan orang tua untuk memaksimalkan perkembangan anak, salah satunya adalah kegiatan seni yang dapat dilakukan untuk menstimulasi motorik halus pada anak.
Motorik halus adalah kemampuan fisik yang melibatkan otot-otot yang lebih kecil dan koordinasi mata-tangan (Papalia, 2009). Aktivitas yang membutuhkan kemampuan motorik halus yang baik pada usia early childhood (3-5 tahun) adalah menggambar, mewarnai, melukis, menggunting dan menjiplak (Morrison, 2009).
Perkembangan motorik halus anak pada usia 5 tahun (diadaptasi dari BKKBN (1991), Kemendikan (2009), dan Papalia, Olds, & Feldman (2002)), yaitu:
  • Anak mampu menggambar orang atau objek yang dijumpai sehari-hari  dengan modifikasi atau detil gambar
  • Anak mampu mengatur dan merangkai benda tertentu dengan banyak pola, seperti meronce manik-manik dengan  warna, ukuran, dan bentuk yang bervariasi, serta dapat mencontoh dari pola di buku
  • Anak mampu menggunting bentuk-bentuk sederhana, seperti bentuk segiempat
  • Anak mampu menulis angka dan huruf yang sederhana
Perkembangan kemampuan motorik halus pada anak memungkinkannya untuk melakukan lebih banyak kegiatan yang memerlukan keterampilan jari tangannya. Menurut Santrock (2008), salah satu kegiatan yang melibatkan keterampilan jari tangan dan banyak disukai anak adalah kegiatan menggambar. 
Hal ini berkaitan dengan kemampuan artistik anak sesuai dengan tahap perkembangan usianya. Ketika menginjak usia 2 tahun, rata-rata anak biasanya mampu menggambar scribble, yaitu bentuk dasar dalam gambar seperti garis, lingkaran, dan gambar benang kusut.  Antara usia 2 hingga 3 tahun, tahap perkembangan anak dalam menggambar memasuki placement stage, yaitu tahap menggambar ketika anak menggambar sesuatu dalam pola tertentu.
Pada usia 3 tahun, anak berada pada tahap shape stage dan di tahap ini mereka mampu menggambar pola geometri sederhana seperti persegi, lingkaran, segi tiga, dan sebagainya (Kellog, 1970 dalam Santrock, 2008). Pada tahap shape stage, kemampuan motorik halus anak belum berkembang dengan baik sehingga garis pada bentuk geometri sederhana tersebut masih bergelombang dan sudut bentuk geometri  yang mereka gambar masih belum solid.
Pada usia 3 hingga 4 tahun, anak berada pada tahap design stage dimana mereka mampu menggambar suatu benda dari dua atau lebih bentuk geometri tertentu, misalnya menggambar rumah yang tersusun dari gambar segi tiga dan persegi (Kellog, 1970 dalam Santrock, 2008). Ketika berusia  4 hingga 5 tahun, anak mulai bisa menggambar benda yang ada di dunia nyata dan hasil gambarnya pun sudah dapat dimengerti oleh orang dewasa dalam sekali lihat, misalnya gambar ayam, kucing, dan sebagainya. Tahap ini dinamakan tahap pictorial stage.
Aktivitas 
Aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan orangtua untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak, antara lain:
  • Bermain permainan warna. Perlihatkan ke anak jika warna kuning dicampur warna biru menjadi hijau, merah dicampur kuning menjadi oranye dan sebagainya. Dalam aktivitas ini bebaskan anak mengeksplor dalam mencampur warna.
  • Mewarnai gambar dengan tema tertentu misalnya gambar keluarga dengan mewarnai ibu, bapak, kakak dan adik
  • Menyalin gambar atau tulisan 
  • Menggunting dan menempel gambar
  • Meronce dengan manik-manik.
  • Melipat origami, misalnya membuat origami burung, katak dan sebagainya.
  • Menggambar bebas dan biarkan imajinasi anak berkembang.
Aktivitas di atas bertujuan untuk meningkatkan perkembangan dan melatih motorik halus anak melalui seni yang juga disesuaikan dengan perkembangan artistik anak usia 5 tahun. Selain itu, aktivitas ini dapat juga untuk meningkatkan minat anak terhadap seni dengan memperlihatkan bahwa seni dapat dilakukan dengan berbagai media dan anak bebas mengekspresikannya.
Oleh: Nony Fardillah

Daftar Referensi
Papalia, Diane E., Olds, Sally Wendkos, & Feldman, Ruth Duskin. (2002). A child’s world: Infacy through adolescence. (9th ed.). New York: McGraw-Hill Companies, Inc.
Papalia, Diane E. (2004). Human development (9th ed). New York: McGraw-Hill Companies, Inc.
Santrock, John W. (2008). Children. (10th ed.).  New York: McGraw-Hill Companies, Inc.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar